Gema untuk Tiara
Kanvas angkasa di penuhi oleh gemerlap cantik bintang malam itu. Saat Gema sampai di depan pagar rumah Tiara, pujaan hati nya. "Jam 7 pas, sesuai janji kita. Ga telat sedetik pun" Ucap laki laki yang mengenakan jaket denim hitam itu saat wajah tiara keluar dari balik pagar rumah. Senyum Tiara merekah mendengar lelucon Gema. "Aku mau pamit sama calon mertua ku dulu. Ada mereka? " Tanya gema sembari mengintip dari balik pagar "Nanti aja pas pulang ya. Soalnya ada eyang di dalem. Kamu tau kan eyang gimana kalo udah ketemu kamu, bisa bisa kita ga jadi jalan karena kamu ga bisa lepas dari beliau" Gema tertawa tipis "Baiklah kalau begitu, sini pake helm dulu tuan putri" Tiara mendekat di hadapan gema. Laki laki itu membantu sang pacar mengenakan helm. Sebuah kebiasaan yang terkadang membuat tiara malu, karena gema selalu melakukan nya tak peduli bahkan jika sekitar mereka sedang banyak orang. "Aku kan bisa make helm sendiri Gema" ...