AGA & RAINA : PERPISAHAN
Suasana riuh menyambut kelulusan anak kelas tiga SMA Satya hari itu. Sama seperti ku yang juga ikut meramaikan suasana. Oh hai nama ku Reina Amora, kalau kalau kau lupa. Dan aku baru saja turun dari panggung setelah memberi persembahan musikalisasi puisi perpisahan untuk semua kakak kelas yang akan mengakhiri masa sma nya. Disaat semua orang asik dengan acara kelulusan tersebut, aku berjalan dari satu rombongan ke rombongan lain. Berusaha menemukan sesuatu atau lebih tepat nya seseorang. Lalu langkah ku terhenti di sudut yang sepi, riuh masih terdengar namun samar. Aku terkunci pada mata bernetra hitam legam yang menatap ku tajam. Aga ranufa. Seseorang yang sedari awal ku cari keberadaan nya. Tapi sekarang setelah aku berhasil menemukan nya, rasanya diriku ingin melangkah mundur dan berbalik. Ingin melarikan diri. Namun seolah kaki ku terpaku pada kedalaman bumi, tak bisa melangkah lari. Sementara langkahnya mendekat sambil membawa sesuatu digenggaman nya. Sebuah bunga mawar put...