Postingan

Menampilkan postingan dengan label Perempuan di Lorong Waktu

PEREMPUAN DI LORONG WAKTU; Pohon kehidupan

  "Killa, kamu mau mempercayai sesuatu? " Dahi Killa mengerut kala mendengar pertanyaan Genta barusan "Maksud mu? " Ucap Killa kebingungan. Genta tersenyum sembari menarik tangan kekasihnya itu agar mengikutinya. "Genta, kita mau kemana sih? " "Ikut saja Killa. Kamu akan tahu itu nanti" "Kamu mau ngasih aku suprise ya? " Genta tertawa mendengar killa, langkah mereka berhenti di sebuah pohon kecil yang nampak nya baru saja ditanam itu. "Ada sebuah keyakinan tentang pohon kehidupan" Suara Genta memecah kebingungan Killa "Lalu kamu mau aku mempercayai keyakinan itu? " Ucap Killa jenaka "Yap, aku pengen kita berdua mempercayai nya" "Genta ku sayang, itu hanya mitos, musyrik ah" "Killa ku sayang, aku gak nyuruh kamu untuk menyembah nya" "Ya tapikan itu sama aja cintaa" Killa menatap Genta dengan jahil. Sedang Genta menatap perempuan nya itu dengan gemas "Jadi ...

PEREMPUAN DI LORONG WAKTU; kabar yang tidak di harapkan

 Sore itu, langit sudah berwarna jingga disetiap sudutnya. kala killa menyambut Ibrahim diserambi rumahnya. Tawanya cerah, berbanding terbalik dengan raut wajah kaku yang di tampilkan Ibrahim. "eh mas Ibrahim, tumben mas kesini. Ayo silahkan masuk mas" Ajak killa kepada Ibrahim sembari membuka lebar pagar rumahnya, menuntun  Ibrahim untuk masuk keruang tamu rumahnya “disini saja Killa” suara bass itu tercekat berat saat mereka tepat didepan pintu rumah Killa menatap heran, meskipun pada akhirnya dia menuntun Ibrahim untuk duduk di kursi teras “mas mau minum apa? Biar saya ambilkan” tawar killa halus “tidak perlu repot-repot Killa, saya hanya ingin berbicara dengan mu” “tidak repot kok mas, tunggu sebentar ya” “saya mohon killa, tolong kamu cukup duduk saja” Cegah Ibrahim kala killa akan tetap berangkat dari duduknya. Lagi-lagi killa menatap heran kepada pria yang merupakan teman baik suaminya itu. Killa duduk kembali ke kursinya. Hatinya gelisah merasakan su...

PEREMPUAN DI LORONG WAKTU : Semu yang nyata

Perempuan itu berjalan menyusuri pasir pantai yang putih, sama putih nya dengan baju yang sedang dia kenakan. Langkah pelan nya terhenti di bibir pantai, berdiri diam menghadap luas nya lautan biru. Ombak dengan lembut membasuh kaki polos itu.  Killa, perempuan yang sedang menggenggam seikat bunga mawar putih segar itu memejamkan mata nya erat. Diam mendengarkan alunan alam yang memanjakan telinga nya. Dan perlahan tangis yang selalu dia sembunyikan dari dunia, keluar dengan malu malu dari tempat nya. Meskipun killa masih berusaha sekuat tenaga menyimpan nya untuk dirinya sendiri.  . . "Jangan menangis sayang" Tangan besar itu mengusap pipi killa lembut. Killa tak jua membuka matanya, menikmati setiap sentuhan yang sedang dia rasakan. Tangan mungil killa terulur menggenggam tangan besar itu. Ini hangat yang dia rindukan. Genta, sang pemilik tangan itu tersenyum melihat betapa erat killa memegang tangan nya. "Aku gak suka ngeliat kamu nangis" Genta menarik killa dala...