AGA & RAINA : PERTEMUAN
Rinai hujan sudah berhenti membasahi bumi kala itu. Sinar senja malu malu muncul dari persembunyian nya.
Suara kakak pembina keras berbunyi didepan seluruh barisan apel. Hari ini kamis, hari wajib pramuka untuk anak kelas sepuluh dan sebelas di SMA Satya. Aku berdiri di tengah barisan ku. Enggan berada paling depan namun juga enggan berada di belakang. Disamping telah berdiri sahabat ku dari kecil dan beruntung nya waktu masuk SMA kita berdua ditempatkan dikelas yang sama. Kami berbeda sifat tapi justru itu kami berdua bisa saling melengkapi.oh iya perkenalkan nama ku Raina Amora. Biasa dipanggil Rein, seorang siswa kelas sepuluh yang belum pernah pacaran selama masa pubertasnya. Bukannya gak laku, tapi kata Rindu, diriku tuh terlalu cuek. Ya mau gimana lagi, belum ada cowok yang bisa buat aku terpesona. Ngomong-ngomong Rindu itu nama sahabat ku yang cerewetnya kebangetan tapi untung sayang.
Sepasang telinga ku mendengar dengan baik apa yang di katakan oleh kakak pembina di depan, namun perlahan fokus ku tak lagi tertuju ke sana. Mata ku mencoba mencari sesuatu yang dari tadi menatap ke arah ku. Aku memang cuek dalam urusan sifat, tapi naluri ku punya kepekaan yang cukup kuat. Salah kan rasa penasaran ku yang menggebu-gebu tentang siapa dan kenapa dia melihat ku dari tadi. Siapa tau dia mau menculik ku. Ya kan siapa tau. Pandangan ku menyusuri barisan anak kelas sebelas. Perasaan ku mengatakan sumber nya dari sana. Okay ini terdengar seperti aku yang kepedean. Tapi naluri ku berkata memang dari sana. Tak kunjung ku temukan, malah kaki ku yang di injak oleh Rindu agar kembali fokus ke depan. Karena mata Rindu sudah melotot kearah ku.jadi ku sudahi pencarian itu. Meskipun masih cukup penasaran.
Oke jadi tadi kalo gak salah kakak pembina ngomong kalau kami di bagi jadi perkelompok, satu kelompok berisi dua orang dan dipilih oleh kakak nya langsung. Dan sekarang kami di perintahkan untuk berkumpul dengan kelompok masing masing. Aku di pasangkan dengan Aga Ranufa anak kelas sebelas IPS katanya.
Dahi ku mengkerut "Aga Ranufa itu siapa yah Ndu?"
Tak disangka respon Rindu cepat dengan mata sedikit melebar "Serius lo gak tau Aga?"
"Emang dia terkenal banget yah sampe gue harus tau?"
Rindu sampai memutar badannya menghadap ku, oke ini berlebihan banget. seolah aku gak tau siapa nama presiden negara sendiri. "Seriusan Rein lo gak tau. Demi apa lo gak tau sama seorang Aga Ranufa?" Suara rindu sedikit naik menjadi seriosa, sampai sampai orang disekeliling kami melihat. Dan aku mulai gerah. Cukup tahu saja, aku gak suka jadi pusat perhatian
"Gak usah teriak ndu,gue beneran gak tau. Makanya gue nanya sama lo. Siapa tau lo tau. Lagian dia sepenting apaan sih sampe gue harus kenal sama dia. Udah cepetan bilang aja dia itu siapa dan yang mana. Itu pun kalo emang lo beneran tau orang nya"
Rindu menepuk jidatnya "ya ampun Rein lo tuh ya, kemana aja sih beberapa bulan udah di sekolah ini. Gak pernah ke luar kelas lo ya? Atau ga ada temen sampe ga tau seorang nama yang selalu di sebut di setiap gosip pagi kelas?"
Mata ku memutar bosan "Ndu jangan lebay deh please."
"Hadeh reiin. Nih gue kasih tau, Aga itu satu dari empat cowok primadona paling hits di sekolah kita. Dia itu yang paling ganteng, bad boy sih tapi pinter kok. Tapi dia bukan play boy ya, dia setia. Tapi dia itu juga cuek rein. Banyak cewek yang mencoba mendekat tapi gak dapet respon. Eh tapi gue jamin lo pasti bakal suka kalo ngeliat dia."
"Info lo gak bermanfaat banget sih ndu. Kebanyakan tapi nya. Dan lo kebanyakan baca wattpad kayak nya."
"ish lo tuh ya,awas kalo lo nanti jatuh cinta sama dia"
"Ck gak mungkin banget,sekarang orang nya yang mana?" Tanya ku jengah.
Mata rindu menyusuri setiap kerumunan siswa kelas sebelas, aku pun melakukan hal yang sama dengan nya.
"Raina Amora" tiba tiba teriakan keras itu terdengar dari kerumunan siswa,bukan Rindu pelakunya. Tubuh ku memutar mencari sumber suara. Siapa gerangan yang sudah memanggil nama ku sebegitu kencang nya sampai sampai siswa yang riuh mencari pasangannya menoleh.
Hangat senja mulai kurasa di tubuh ku, bersamaan dengan ku temukan sosok itu. Tubuhnya tegap berjalan kearah ku. Mata ku terpaku pada tatap tajam namun teduh dari netra hitam itu. Senyum nya melebar kala menemukan ku dan entah kenapa hati ku menghangat kala langkah nya mendekati ku. Waktu terasa terhenti beriringan dengan tangan besarnya menggandeng tangan ku. Untuk sepersekian detik aku merasakan keanehan.
"Raina Amora, lo udah denger kan tadi. Kalo lo satu kelompok sama gue" suara tegasnya menghentikan lamunan ku
"Iya denger" lidah ku menjawab singkat, maklum masih dibawah pengaruh pesona nya
"Mulai sekarang kita akan satu kelompok selamanya. Untuk hal apa pun" iris hitam itu tak lepas menatap ku.seolah aku akan hilang dalam satu kedipan saja
"Hah,maksudnya kak? Kita kan cuma di jadiin satu kelompok untuk hari ini.kok jadi selamanya" otak ku berusaha berpikir waras ditengah pengaruh pesona pria di hadapan ku ini. Mata ku melirik name tag nya, dan tertulis nama Aga Ranufa. Orang yang sedang ku cari!
"Iya, mulai hari ini kita akan selalu berdua. Jadi satu kelompok, dalam hal jatuh cinta, bahagia, sedih dan lain lainnya" matanya serius menatap ku
Kening ku mengerut seiring mulai tumbuhnya rasa curiga, bukannya kata Rindu, Aga itu cuek yah sama cewek. Kok ini jadi tengil banget sih. Jangan jangan dia bukan Aga lagi. Jangan jangan dia nyuri name tag Aga lagi. Lagian menurut Rindu, Aga gak mungkin ikut kegiatan kayak gini meskipun diwajibkan. Fix ini bukan Aga sih.
"Kakak yang namanya Aga Ranufa kan?" Kata ku setelah beberapa saat berspekulasi.
"Iya kenapa emang nya?lo belom kenal sama gue?tenang aja. Nanti kita bakal kenalan,cuma berdua" bibirnya tersenyum membuat matanya menyipit.
Baru mulut ku ingin menjawab, langkah ku ditarik paksa oleh tubuh tinggi nya
Menuju kearah kerumunan siswa laki laki yang sudah ku rasakan sedari tadi memerhatikan kami. Kepala ku memutar ke sekitar, beberapa pasang mata keingintahuan menatap kami berdua, dan rindu pun jadi bagian itu.Aku sempat melirik ke arah Rindu dengan tatapan yang mencoba bertanya "Who's that?" Dan bibir Rindu sempat membenarkan bahwa orang ini benar Aga. Tiba tiba rangkulan hangat berada di pundak ku. Pelakunya siapa lagi kalau bukan laki laki yang aneh bername tag Aga Ranufa ini.
"Attention guys. Mulai detik ini raina Amora jadi pacar gue. She's mine. Jangan berani ganggu dia" Aga berbicara dengan enteng nya pengakuan itu.
Lalu melihat kearah ku dengan sangat manisnya. Sedang aku melotot masih shock mendengar apa yang baru saja di katakan nya. Binar matanya berpendar mengalahkan sinar sang senja, dan aku tersesat didalam nya.
Akibat pengakuan mendadak dari dirinya tadi, membuat seluruh siswa melihat kearah kami. Aku ingin menjambak rambutnya dan mencakarnya, lalu bertanya apa maksudnya. Baru kenal dan dia udah ngaku ngaku jadian dengan ku. Kapan nembak nya coba. Dasar gak romantis. Eh kok aku jadi mikir itu sih. Pipi ku merona selaju jantung ku yang berdebar kencang. Antara kesal dan juga malu dan entah perasaan apalagi itu.
Dan hari itu kala senja mulai menutup hari,sejarah mencatat bahwa untuk pertama kalinya seorang Raina Amora jatuh cinta pada seseorang. Aroma hujan kala itu menjadi penghantar dua orang manusia yang berbeda sifat bersatu. Takdir mulai berkerja sebagaimana mesti nya. Cerita panjang nan menakjubkan pun dimulai tanpa di rencanakan sang pemeran.

Komentar
Posting Komentar