Pesawat Kertas itu Akan Terbang tinggi

Tak apa, aku benar benar akan melepaskan mu dengan hati yang sangat lapang.

Dengan harapan yang begitu tipis. Berjalan lah dengan tenang. Ringankan langkah mu, cukup gelisah ku saja yang semakin memberat.
Aku paham ini akan sulit awalnya untuk ku lalui. Tapi akan ku paksa sekeras yang ku bisa lakukan. Agar terbiasa untuk tak lagi ada kamu. Tak lagi tentang kamu.
Meski butuh waktu untuk bisa menerima dan mempercayai kalimat

"jika ia milik mu, maka ia akan kembali"

Namun akan terus ku coba. Dengan segala ketakutan ku, kesedihan ku, ketidak relaan ku.

aku akan berdiam diri tak mengantarkan mu ke pintu keluar.

Maafkan aku, itu berat.

Dan aku terlalu khawatir tak bisa menahan diri untuk tidak mendekap mu lebih erat. Jujur saja seandainya bisa, aku sungguh ingin memelukmu.
Menyimpan hangat mu sebanyak yang aku bisa. Agar bisa ku ingat ingat kembali saat rindu menerjang ku diwaktu waktu tertentu.

Percayalah, aku sudah menyiapkan diri meski tidak pernah benar benar siap.
Selamat jalan sayang, semoga kamu bisa berbahagia dengan tujuan baru mu.

Jangan cepat cepat mendapatkan pengganti ku. Kasihanilah diri yang mungil ini dahulu.
Jika nanti kamu lelah dan butuh tempat berpulang, pahamilah bahwa ada aku yang bisa kau jadikan rumah kembali.

Sungguh, untuk mu tak ada dendam yang tersemat.

Kamu masih menjadi manusia paling menyenangkan yang aku sayangi. Rekam jejak mu masih selalu indah di dalam aliran saraf otak ku.

Meskipun kita tidak berakhir seindah yang kita harapkan di awal cerita. Tapi aku percaya, kita telah berakhir pada ending yang sebagaimana mestinya. Dan untuk mu, akan aku coba terima.

Apapun itu.

Sampai jumpa di ujung pelangi masing masing. Hati hati di jalan. Semoga kita bisa bertumbuh sesuai arah angin yang telah kita pilih kemarin. Terima kasih sudah mengizinkan ku mengabadikan mu dalam bait tulisan ku. Tetaplah menjadi baik dan menyenangkan. Sebagaimana sikap indah mu yang telah berhasil membuat hati dingin ku kembali menghangat kemarin. Semoga rumah mu nanti menyenangkan dan meneduhkan lebih dari pada atap ku. Maaf karena aku belum cukup untuk memenuhi kamu.


Selamat tinggal dan semoga perjalanan mu menyenangkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebab aku akan baik baik saja. Nanti.

AGA & RAINA : PERTEMUAN

SURGA TERSEMBUNYI ITU BERNAMA PEKAJANG