Resah

Lembayung senja mulai sampai di ujung kaki langit.

Dan nyawa ku tercekat di ujung waktu.
Menyadarai tak ada lagi raga mu disini,
Tak ada lagi nama ku di sudut hati mu.

Jarak yang mulai membentang dan kita yang tak berusaha untuk memotongnya.
Kamu dengan segala urusan mu.
Dan aku dengan segala pikiran ku.

Tanpa tahu bahwa resah yang dulu bersarang di antara kita, kini mulai menjadi nyata.
Tanpa sadar, kita telah menjadi usang lalu perlahan menghilang.

Gemuruh yang dulu riuh, kini senyap tak bernada.
Tempat yang dulu ramai, kini sepi tak bertuan.
Perlahan semua kebiasaan itu memburai.
Termakan oleh jarak dan ego yang semakin hari membumbung tinggi.

Tak perih kah dirimu melihat ini semua?
Atau memang ini yang pada akhirnya kau inginkan?
Atau memang takdir kita yang sudah seharus nya begini?

Haruskah kita membiarkan ini semua berakhir?
Haruskah kita membiarkan kali ini ego yang memenangkan pertarungan? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebab aku akan baik baik saja. Nanti.

AGA & RAINA : PERTEMUAN

SURGA TERSEMBUNYI ITU BERNAMA PEKAJANG