RUMAH
Malam sudah di pertengahan waktu, sebagian orang mungkin sudah mengistirahatkan organ-organ mereka di dalam mimpi. Langkah kaki itu pelan berjalan memasuki rumah, sudah nyaris kehabisan tenaga. Hari yang sangat panjang untuk laki-laki yang sekarang melemparkan tasnya sembarang di atas sofa. Ruangan kamar itu gelap meski tak sepenuhnya gelap, ada sebuah lampu tidur kecil menerangi dengan remang. Tubuh laki-laki itu penat luar biasa, hari ini terlalu banyak masalah yang harus ditangani olehnya di kantor. Terlalu banyak kejadian yang membuat moodnya benar-benar turun. Jam 11 malam dia baru bisa kembali kerumah, dengan sedikit memaksa sebab seharusnya masih ada pekerjaan yang belum selesai. Persetan, dia benar-benar lelah sekarang. Tubuh tegap itu menaiki kasur dengan perlahan, seusai mandi yang membuat tubuhnya sedikit segar, dia butuh tidur. Tak mau lagi berpikir.
Tangan itu perlahan memeluk tubuh seorang perempuan yang sudah sedari tadi terlelap, hidungnya menghirup lembut wangi manis dari rambut sang perempuan. Erangan lembut terdengar dari sang empu, membalikkan tubuhnya kearah pelaku. Mengedipkan matanya sesekali, memastikan yang memeluknya bukan lah orang asing.
"Maaf, aku jadi membangunkan mu."
Ucap sang laki-laki dengan lembut
"Um, kapan kamu pulang?"
Suara sang perempuan terdengar serak, khas orang bangun tidur
"Belum lama, kembali lah tidur. Ini sudah sangat larut"
Sang perempuan tersenyum, sembari merapatkan diri kedalam tubuh sang laki-laki. Tangannya melingkari tubuh laki laki itu mantap. Mengelus lembut punggung tegap itu dengan lembut.
"Kamu sudah melakukan yang terbaik hari ini"
Sang laki laki tersenyum, pelukannya semakin mengerat.
"Selamat malam sayang."
"Selamat malam kembali, sayang."
Laki laki itu mengecup pelan kening sang perempuan. Mencoba memejamkan mata karena perlahan tubuh nya merasa lebih baik.
Laki-laki itu mengerti dengan benar bahwa yang dibutuhkan nya hanyalah perempuan ini. Senyuman, pelukan lembut dan kata sederhana yang mampu membuatnya merasa lega. Perempuan ini, yang beberapa tahun lalu telah dirinya pilih dengan yakin sebagai rumah. Tempat nya berpulang dengan berbagai lelah. Rumah yang akan selalu menerimanya, tak peduli dia kembali dalam bentuk apapun. Rumah yang akan selalu memberikan kehangatan untuk tubuhnya setelah bertarung melawan badai. Perempuan yang telah membuatnya candu dengan rumah. Perempuan ini, dengan pelukan hangat miliknya yang ajaib.
Chi, 07:28 PM
Komentar
Posting Komentar