DESEMBER
"kamu baik baik saja?"
Tanya perempuan bermata teduh itu lembut. Sembari merapatkan jaket yang menyelimuti nya
"Memang nya apa yang bisa membuat ku tak baik baik saja?"
Lelaki gagah itu balik bertanya. Mulut nya pelan menghisap cerutu yang baru di sulut oleh api.
Hening sejenak terjadi diantara dua manusia yang sudah menjalani banyak waktu bersama. Sang lelaki yang selalu ingin terlihat kuat dan sang perempuan yang selalu penuh kelembutan.
"Desember"
Jawab perempuan itu sembari menatap laki laki bermata tajam di depan nya itu dengan khawatir.
Angin berhembus lebih kencang, api cerutu itu membara tanpa perlu dihisap. Ombak di depan mereka semakin bersemangat menghempaskan diri, seolah sedang melampiaskan rasa yang sekian lama tersimpan rapi. Rintik hujan tak berhenti meski tak lagi lebat, malam semakin gelap tanpa bulan dan bintang. Netra mata berwarna onyx itu menatap mata teduh dihadapan nya sekilas, sebelum kembali menatap lautan hitam; sembari menghela nafas pelan.
Laki laki itu tau, dia tak bisa menyembunyikan apapun dari perempuan ini. Sedang sang perempuan paham dengan betul. Desember selalu bisa menghancurkan tembok kokoh yang mengurung segala duka yang dibangun oleh sang ego. Desember dan badainya. Desember dan hangat yang dirindukan.
-chi 11.31 PM
Komentar
Posting Komentar